PIRAMIDA PENDUDUK DAN ANGKA KETERGANTUNGAN

Indikator kemajuan satu negara dapat kita lihat dari bentuk piramida penduduknya. Biasanya negara maju memiliki bentuk piramida penduduk antara stasioner (granat) hingga tua (constructive), sedangkan negara-negara berkembang rata-rata piramida penduduknya bentuk piramida penduduk muda (expansive).

Dengan melihat piramida penduduk, kita dapat mengukur berapa besar angka ketergantungan pada negara tersebut. Bentuk piramida penduduk expansive menunjukkan dominan penduduk berada pada usia muda, atau belum produktif (0 s/d 14 tahun). Ini menunjukkan tingkat pertumbuhan penduduk tinggi yang dipengaruhi angka kelahiran yang tinggi.

Selain itu pada piramida expansive penduduk usia tidak lagi produktif ( di atas 65 tahun) yang lebih sedikit, menunjukkan angka harapan hidup yang rendah. Angka ketergantungan pada penduduk dengan piramida expansive tinggi, karena jumlah penduduk dengan usia tidak produk sangat besar.

Berlaku kebalikannya pada negara dengan bentuk piramida constructive. Komposisi jumlah penduduk tidak produktif lebih sedikit sehingga angka ketergantungan juga semakin kecil. Pada piramida constructive angka harapan hidup sangat tinggi, sedang angka kelahiran rendah.

Lebih jelasnya kita lihat data di bawah ini, komposisi penduduk Indonesia penurut umur tahun 2020

Piramida penduduk Indonesia 2020

Jika dilihat bentuknya piramida penduk Indonesia tahun 2020 adalah expansive mendekati stasioner. Tingkat pertumbuhan penduduk relatif rendah meski tidak stabil. Trennya angka kelahiran menurun dan angka harapan hidup meningkat. Ada penurunan cukup tajam pada angka kelahiran sekitar 20 s/d 30 tahun yang lalu, lihat komposisi penduduk umur 20 s/d 40 tahun. Mari kita plasback ke 40 tahun yang lalu apa sebenarnya yang sedang terjadi di Indonesia.

  • pada tahun 1968, pemerintah membentuk Lembaga Keluarga Berencana Nasional (LKBN)
  • pemerintah kemudian membentuk sebuah institusi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 1970
  • kesuksesan program KB ini di antaranya adalah jumlah akseptor (pada tahun 1997) sebanyak 23 juta orang; di mana 98%-nya  adalah kaum perempuan
  • angka kesuburan total (total fertility rate) menurun cukup drastis dari lebih dari 5 pada sebelum tahun 1970 menjadi kurang dari 3 pada tahun 1990-an

sumber: swararahima.com “Memahami Praktik KB di Indonesia: Perkembangan dari Masa ke Masa.”

Tampaknya setelah tahun 2000an KB di Indonesia relatif menurun sehingga angka kelahiran kembali naik, dan menurun kembali di 5 tahun ke belakang. Mungkin karena program KB kembali digalakkan oleh pemerintah.

Studi perbandingan

Berikutnya mari kita belajar dengan studi perbandingan. Mari kita bandingkan piramida penduduk Indonesia dengan Amerika Serikat.

gambar ini diambil dari laman ini.

Perbedaan paling signifikan bisa kamu lihat pada jumlah penduduk usia 60 s/d 64 tahun di Amerika, jumlahnya hampir sama dengan jumlah penduduk 0 s/d 60 tahun. Artinya tingkat harapan hidup di Amerika sangat tinggi. Tentu jumlah penduduk pada usia produktif di Amerika jauh lebih besar yang membuat angka ketergantungannya rendah.

Kesimpulannya adalah piramida penduduk adalah gambaran komposisi penduduk berdasarkan usia yang dapat pula menjadi tolak ukur banyak hal, angka ketergantungan, tingkat kelahiran, angka harapan hidup dll.

baca materi: Materi 11.5 Dinamika Kependudukan di Indonesia untuk Perencanaan Pembangunan

Diterbitkan oleh

Avatar

admin

lulusan geografi UNJ, sekarang Guru di SMA Negeri 12 Kab. Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *