Materi HOT: Perbedaan yang Saling Menyeimbangkan antara Kerak Benua dan Kerak Samudra

Mengapa bumi kita tersusun dari daratan dan lautan, kerak benua dan kerak samudra, mengapa ada lembah yang rendah dan ada penggunungan yang tinggi, ada laut yang amat dalam (palung) dan ada gunung yang amat tinggi. Seolah ini bagian dari firman Tuhan yang tersirat (mutasabihat) bahwa Ia menciptakan alam semesta ini berpasang-pasangan, dan saling menyeimbangkan satu dengan lainnya.

K2
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/12/K2_2006b.jpg

Jika kita perhatikan puncak gunung tertinggi di dunia dari permukaan laut: Everest, pegunungan Himalaya, Wilayah Nepal dan China, dengan ketinggian 8.850 meter (29.035 kaki). Gunung tertinggi ke-2 K2 (Godwin Austen), pegunungan Karakoram, di wilayah Pakistan dan China, 8.611 meter (28.250 kaki).

Sementara palung terdalam di dunia Palung Mariana atau Palung Marianas terletak di dasar barat laut Samudra Pasifik, sebelah timur Kepulauan Mariana memiliki kedalaman maksimum 10.911 meter (35.798 kaki). Dan palung terdalam kedua adalah Palung Tonga terletak di Selatan Samudra Pasifik, Selandia Baru dengan kedalaman 10.882 meter (35.702 kaki). Titik terdalamnya dikenal sebagai Deep Horizon. Palung ini terletak di ujung utara zona subduksi Kermadec-Tonga. Zona subduksi ini yang paling aktif di mana Lempeng Pasifik bersubduksi di bawah Lempeng Tonga dan Lempeng Indo-Australia. Palung Tonga memanjang di utara-timur laut dari Kepulauan Kermadec utara dari Pulau Utara Selandia Baru. Palung ini merupakan tempat peristirahatan terakhir dari generator radioisotop termoelektrik dari misi Apollo 13 yang dibatalkan.

Baca: 10 PALUNG LAUT TERDALAM DI DUNIA

Menarik untuk menjadi pokok bahasan pada postingan kali ini. Bagaimana pandangangan Geografi, utamanya Geologi dalam menyingkap persoalan ini. Palung terdalam lebih dalam dari tingginya gunung tertinggi, bukan berarti yang berpasang-pasangan harus benar-benar seimbang, karena faktanya, jumlah laki-laki lebih sedikit dibandingkan jumlah perempuan.

Teori Pratt’s

Pratt’s mengemukakan teori ini pertama kali tahun 1859. Ia mengemukakan bahwa adanya kelebihan massa di atas daratan dikompensasikan oleh adanya kekurangan masa di dasar laut. Akan tetapi densitas batuan yang menyusun daratan lebih kecil daripada densitas batuan yang menyusun lautan. Dengan kata lain adanya perbedaan ketinggian daratan dan lautan adalah karena perbedaan kepadatan batuan yang menyusun kerak bumi di kedua bagian bumi tersebut.

Pembuktian empiris dari teori Pratt’s ini ia menggunakan percobaan dengan memasukkan beberapa logam yang tidak sama berat jenisnya. Pada penampang dan beratnya dibuat sama, Pratts mengapungkannya pada air raksa. Dari percobaan tersebut ternyata logam yang bobot jenisnya lebih besar hanya sedikit tersembul di atas permukaan air raksa, sedang logam yang lebih ringan tidak banyak tenggelam di bawah permukaan air raksa. Analoginya membuktikan bahwa Himalaya merupakan isostrasi (kedudukan seimbang) dari lautan Atlantik.

Teori Airy’s

Airy’s tidak puas dengan kesimpulan Pratt’s bahwa Gunung Himalaya yang begitu tinggi terbentuk hanya karena menurunnya palung-palung laut yang sangat dalam. Ia melakukan percobaan empiris hampir sama dengan Prett’s, tetapi dengan logam yang sejenis dan ketebalan yang berbeda, dengan asumsi perbedaan densitas batuan di permukaan bumi tidak begitu berpengaruh.

Ternyata logam yang lebih tebal tersembul lebih tinggi dari pada logam yang tipis. Pegunungan yang tinggi akarnya akan masuk jauh ke dalam bumi dibandingkan dasar laut yang belum sebanding. Berdasarkan asumsi tersebut teori Airy ini lebih di kenal dengan teori akar pegunungan (The Roots of Mountain Hypothesis of isostasy).

Teori Airy's
Teori Airy’s tentang adanya Isostasi

Pendapat Airy ini yang paling banyak dianut oleh ahli Geologi hingga saat ini. Meski pandangan Pratt’s tidak juga ditolak, karena pada kenyataannya batuan penyusun kerak bumi tidak sama densitasnya.

“Bukankah Kami telah menjadikan Bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?,” Surah An-Naba’ Ayat 6-7.

Kesimpulannya adalah kerak benua lebih tinggi dari kerak samudra dan kerak benua juga lebih dalam akarnya dari kerak samudra. Semakin tinggi gunungnya semakin dalam akar yang menujam ke dasarnya, semakin dalam lautnya semakin tipis kerak buminya. Bumi akan terus mencari letak keseimbangannya dengan terus bergeser lempeng-lempengnya.

Baca Materi 10.5 DINAMIKA LITOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN

Sumber: Dr. Ir. Much. Munir, MS, “Geologi & Mineraogi Tanah”, Pustaka Jaya, Jakarta 1996

Diterbitkan oleh

Avatar

admin

lulusan geografi UNJ, sekarang Guru di SMA Negeri 12 Kab. Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *