Materi 10.3 LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN GEOGRAFI

Penelitian bak pisau bermata dua, dapat membedah secara internal maupun eksternal dari sebuah ilmu pengetahuan. Geografi dikatagorikan sebagai sebuah ilmu tentu memiliki prasyarat yang ketat, kerena sebagai ilmu geografi harus memenuhi  kriteria-kriteria seperti  harus rasional, dan harus  empiris. Soerjono Soekanto menegaskan bahwa ilmu pengetahuan haruslah tersusun sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan di mana selalu dapat diperiksa dan ditelaah (dikontrol) dengan kritis oleh setiap orang lain yang mengetahuinya.

Dua tantangan bagi geografi sebagai ilmu pengetahuan. Pertama tantangan  internal, yakni mampukah  geografi sebagai ilmu secara terus menerus memenuhi  kriteria sebagai ilmu  pengetahuan.

Ilmu pengetahuan haruslah logis (masuk akal),  ilmu  pengetahuan harus objektif, atau sesuai berdasarkan objek yang dikaji dan didukung dari fakta impiris. Harus bersifat metodik, karena ilmu pengetahuan diperoleh dari cara tertentu dan teratur yang dirancang, diamati dan terkontrol. Harus sistematik, disusun dalam satu sistem satu dengan saling berkaitan dan menjelaskan sehingga satu kesatuan dan ilmu pengetahuan haruslah dapat  berlaku umum atau universal, berlaku untuk siapapun dan dimana pun, dengan tata cara dan variabel eksperimentasi yang lama untuk hasil yang sama. Ilmu pengetahuan barus bersifat kumulatif berkembang dan tentatif, ilmu pengetahuan selalu bertambah yang hadir sebagai ilmu pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan yang salah harus diganti dengan yang benar disebut sifat tentatif.

Tantangan yang kedua adalah tantangan eksternal, yaitu tentang fungsi geografi sebagai ilmu pengetahuan mendekati objek kajiannya, ada tiga fungsi ilmu pengetahuan. yakni

  1. Ilmu Pengetahuan itu harus dapat menjelaskan, (a) Deduktif, artinya ilmu pengetahuan harus dapat menjelaskan sesuatu berdasarkan premis pangkal ilir yang telah ditetapkan sebelumnya. (2) Probablistik, maksudnya ilmu pengetahuan dapat menjelaskan mengenai pola pikir induktif dari sejumlah kasus yang jelas, sehingga memberikan kepastian yang tidak mutlak dan bersifat kemungkinan besar atau hampir pasti.  (3) Fungsional, artinya ilmu pengetahuan menjelaskan letak suatu komponen dalam suatu sistem secara menyeluruh. Terakhir (4) Genetik, ilmu pengetahuan harus mampu menjelaskan suatu faktor mengenai gejala-gejala yang sering terjadi.
  2. Meramalkan, ilmu pengetahuan menjelaskan faktor sebab akibat suatu kejadian atau peristiwa seperti disaat harga naik.
  3. Mengendalikan, ilmu pengetahuan yang mengendalikan harus dapat mengendalikan gejala alam berdasarkan suatu teori.

Oleh sebab itu ilmu pengetahuan tidak akan pernah lepas dari penelitian. dalam wikipedia bahasa indonesia disebutkan bahwa penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan suatu koleksi informasi menyeluruh mengenai suatu subjek tertentu, dan biasanya dihubungkan dengan hasil dari suatu ilmu atau metode ilmiah.

Jadi  penelitian bak pisau bermata dua, yang pertama adalah fungsionalisasi ilmu terhadap objek kajiannya, yang kedua penelitian dapat bersifat menguji terhadap kebenaran ilmu itu sendiri.

Mengamati fenomena geografis.

Continue Reading: Mengamati fenomena geografis

Fenomena geosfer sebagai objek material kajian geografi, sebagaimana telah di bahas pada materi 1. merupakan ruang telaah geografi sebagai ilmu pengetahuan untuk dapat menjelaskan, meramalkan, bahkan mengendalian tiap elemen dari objek material geosfer tersebut.

Geosfer yang tersusun dari litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer, ditambah antroposfer. merupakan objek-objek yang amat luas yang harus didekati oleh goegrafi dengan objek formalnya. Yaitu keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan.

Banyak konteks dari tiap objek kajian geografi yang dapat dimamati sekaligus didekati. Semua hal menarik untuk diamati dan didekati, bergantung dari sudut pandang mana objek tersebut didekati. yang terpenting adalah sisi kebermanfaatan dari hasil sebuah kajian ilmu pengetahuan.

Fenomena geosfer yang dapat diamati dan dikaji antara lain:

Litosfer

hal-hal menarik dari kajian tentang litosfer seperti:

  1. Pergerakan lempeng tektonik yang memiliki dampak besar bagi kehidupan manusia, seperti gempa bumi, vulkansme, atau bergesernya lokasi dipermukaan bumi yang berefek pada perubahan arah kiblat bagi masjid-masjid kaum muslim di seluruh dunia.
  2. Kajian tentang erosi dan sedimentasi di termukaan bumi, Erosi dalam sekala besar bagi sungai adalah hilangnya bantaran sungai yang menjadi pembatas sungai dengan aktivitas manusia. Sedimentasi yang besar bagi sungai adalah pendangkalan sungai yang dapat berefek banjir dan sungai sulit menjadi media transportasi, karena perahu besar akan kandas. Erosi juga dapat mengurangi kesuburan tanah.

Atmosfer

hal-hal menarik dari kajian tentang atmosfer seperti:

  1. Lapisan atmosfer bumi akan terus menarik untuk diamati, karena tiap lapisannya memiliki kebermanfaatan yang luas bagi kehidupan di muka bumi. Perubahan cuaca dan iklim pada lapisan terbawahnya, pengaruh radiasi matahari berupa sinar ultra violet yang berdampak pada kesehatan manusia pada lapisan kedua, kejatuhan meteor hingga persoalan satelit komunikasi erat kaitannya dengan lapisan atmosfer.
  2. Atmosfer juga adalah sarana transportasi, perubahan arah dan kecepatan angin, kondisi perawanan adalah hal-hal yang terus diperhatikan oleh kedirgantaraan.
  3. Hal-hal lain tentang atmosfer yang terus menjadi trend untuk diamati dan menjadi objek penelitian seperti, pemanasan global, perubahan lapisan ozon, anomali iklim dunia adalah objek yang sangat menarik untuk diamati.

Hidrosfer

hal-hal menarik dari kajian tentang hidrosfer seperti:

  1. Intrusi air laut ke air tanah darat karena ekspotasi berlebih pada air tanah dalam, sehingga terjadi penurunan kwalitas air tanah yang berujung pada degradasi daya dukung lingkungan.
  2. Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS), yang dapat berefek pada terganggunya siklus air secara makro. Kelebihan air pada musim penghujan berdampak banjir pada daerah hilir, dan kekurangan air pada musim kemarau berdampak kekeringan pada daerah hilir.
  3. Fenomena kelautan yang memiliki dampak amat luas dan menjadi konsentrasi berfikir yang rumit. Mulai dari sumber daya kelautan, hingga lintas batas negara, juga laut sebagai sarana perhubungan untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim.

Biosfer

hal-hal menarik dari kajian tentang biosfer seperti:

  1. Persebaran hewan dan tumbuhan di dunia. Hewan dan tumbuhan sebagai sumber daya memiliki karakterisrik yang unik untuk diamati dan di telaah. Kaitan hewan dan tumbuhan dengan ekosistemnya sangat mempengaruhi kuantitas dan persebarannya.
  2. Kepunahan hewan dan tumbuhan endemik karena hilangnya ekosistem tempat mereka tinggal, perburuan, serta gejala alam lain. Perlu pendekatan yang lebih komprahensif karena sangat terkait dengan keberlangsungan kehidupan umat manusia.
  3. Berkurangnya tutupan hutan sebagai sumber penghasil oksigen, akibat kebakaran hutan sebagai gejala alam atau keserakahan manusia.

Antroposfer

hal-hal menarik dari kajian tentang antrofosfer seperti:

  1. Meningkat pesatnya jumlah penduduk dunia, sebagai bom waktu demografi. Angka kelahiran yang tinggi di negara-negara berkembang, berbanding terbalik dengan penurunan jumlah kelahiran bayi di negara maju. Faktor-faktor serta efek dari hal tersebut masih menjadi objek yang menarik untuk diamati.
  2. Munculnya konflik etnis, karena perbedaan budaya dan geografi.
  3. Meningkatnya pembentukan negara kawasan, menghablurnya batas negara, dunia yang mengarah pada globalisasi tanpa batas. Hal ini akan menjadi isu baru tentang fenomena kependudukan. Mobilitas penduduk antar negara, kesenjangan kesejahtraan, hingga konflik antar negara bangsa. Merupakan bahasan cerdas bagi geografi ekonomi, geografi budaya, juga geografi politik.

Merumuskan pertanyaan penelitian geografi.

Sebuah pertanyaan adalah awal dari ilmu pengetahuan. satu pertanyaan naif saja dari seorang anak dapat menjadi pengetahuan yang amat dalam untuk di selami. Pernah ada salah satu siswa bertanya. “Apakah di luar angkasa ada oksigen?” Pertanyaan ini terdengar naif, namun jika ditelaah lebih dalam pertanyaan ini akan beranak pada pertanyaan lainnya. Seperti; mengapa di luar angkasa tidak ada oksigen? Apa sebenarnya oksigen atau udara yang kita hirup? Dari mana oksigen berasal? Apa yang dapat menghasilkan oksigen? dapatkah kita memproduksi oksigen? Bagaimana memproduksi oksigen di luar angkasa? Jawaban-jawaban pertanyaan itu jika dapat diwujudkan adalah penemuan ilmu pengetahuan yang luar biasa.

Apakah semua pertanyaan adalah pertanyaan penelitian. Apa senenarnya pertanyaan penelitian. Sesungguhnya pertanyaan penelitian dirumuskan dengan melihat kesenjangan yang terjadi antara:

  1. Apa yang seharusnya terjadi (prescriptive) dan yang sebenarnya terjadi (descriptive)
  2. Apa yang diperlukan (what is needed) dan apa yang tersedia (what is available)
  3. Apa yang diharapkan (what is expected) dan apa yang dicapai (what is achieved)

Pertanyaan penelitian selalu merujuk pada pokok permasalahan penelitan. Munculnya permasalahan adalah fenomena yang terjadi akibat adanya kesenjangan. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar bisa diangkat sebagai masalah penelitian. Berdasarkan kajian referensi buku-buku metodologi peneltian, setidaknya terdapat tujuh syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Tersedia data atau informasi untuk menjawabnya,
  2. Data atau informasi tersebut diperoleh melalui metode ilmiah, seperti wawancara, observasi, kuesioner, dokumentasi, partisipasi, dan evaluasi/tes,
  3. Memenuhi persyaratan orisinalitas, diketahui melalui pemetaan penelitian terdahulu (state of the arts),
  4. Memberikan sumbangan teoretik yang berarti bagi pengembangan ilmu pengetahuan,
  5. Menyangkut isu kontroversial dan unik yang sedang hangat terjadi,
  6. Masalah tersebut memerlukan jawaban serta pemecahan segera, tetapi jawabannya belum diketahui masyarakat luas, dan
  7. Masalah itu diajukan dalam batas minat (bidang studi) dan kemampuan peneliti.

Sumber: baca di sini

Untuk mencapai maksud tersebut di atas, peneliti perlu melakukan pertanyaan reflektif sebagai pemandu. Menurut Raco (2010: 98-99), ada beberapa pertanyaan awal untuk dijawab sebagai berikut:

  1. Mengapa masalah tersebut penting untuk diangkat,
  2. Bagaimana kondisi sosial di sekitar peristiwa, fakta atau gejala yang akan diteliti,
  3. Proses apa yang sebenarnya terjadi di sekitar peristiwa tersebut,
  4. Perkembanghan atau pergeseran apa yang sedang berlangsung pada waktu peristiwa terjadi, dan
  5. Apa manfaat penelitian tersebut baik bagi pengembangan ilmu pengetahun dan masyarakat secara luas di masa yang akan datang.

Dilihat dari jenis pertanyaannya, para ahli metodologi penelitian seperti Marshall & Rossman (2006), dan Creswell (2007: 107) setidaknya membaginya menjadi tiga macam pertanyaan, yaitu:

  1. Deskriptif (yakni mendeskripsikan fenomena atau gejala yang diteliti apa adanya), dengan menggunakan kata tanya ‘apa’. Lazimnya diajukan untuk pertanyaan penelitian kualitatif.
  2. Eksploratoris (yakni untuk memahami gejala atau fenomena secara mendalam), dengan menggunakan kata tanya “bagaimana”. Lazimnya diajukan untuk pertanyaan penelitian kualitatif.
  3. Eksplanatoris (yakni untuk menjelaskan pola-pola yang terjadi terkait dengan fenomena yang dikaji, dengan mengajukan pertanyaan ‘apa ada hubungan atau korelasi, pengaruh antara faktor X dan Y). Lazimnya untuk pertanyaan penelitian kuantitatif.

Contoh rumusan pertanyaan penelitan geografi, contoh-contoh pertanyaan penelitian ini diambil dari sejumlah jurnal penelitian geografi.

  1. Bagaimana efektivitas Pengelolaan Sistem Irigasi di Daerah Irigasi Panunggal Kota Tasikmalaya”?
  2. Bagaimana hidrograf banjir DAS Luk Ulo terkait perubahan tutupan lahan di DAS Luk Ulo?
  3. Berapa besar perubahan luas hutan mangrove dari tahun 1994-2001 di Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran?
  4. Bagaimana dampak Pemanfaatan Bantaran Sungai Untuk Permukiman Terhadap Kualitas Lingkungan di Kelurahan Pasar Krui Kecmatan Pesisir Tengan Kabupaten Pesisir Barat?

Mengumpulkan serta mengolah data geografis.

Esensinya pengumpulan dan pengolahan data penelitian geografi sama saja dengan ilmu-ilmu yang lain, perbedaanya adalah pada karakteristik objek penelitian. teknik pengumbulan dan pengolahan data penelitan berbeda-beda bergantung dari jenis penelitian itu sendiri.

Sebelum masuk pada data penelitian, harus dilihat dulu hipotesis penelitian. hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya, Proses pengumpulan data ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Pengumpulan data dilakukan terhadap sampel yang telah ditentukan sebelumnya.

Data adalah sesuatu yang belum memiliki arti bagi penerimanya dan masih membutuhkan adanya suatu pengolahan. Data bisa memiliki berbagai wujud, mulai dari gambar, suara, huruf, angka, bahasa, simbol, bahkan keadaan. Semua hal tersebut dapat disebut sebagai data asalkan dapat kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian, ataupun suatu konsep.

Jenis data penelitian

Jenis-jenis data dapat dikategorikan sebagai berikut:

Menurut cara memperolehnya:

  1. Data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari subjek atau objek penelitian.
  2. Data sekunder, yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek atau subjek penelitian.

Menurut sumbernya

  1. Data internal, yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan dalam sebuah organisasi.
  2. Data eksternal, yaitu data yang menggambarkan duatu keadaan atau kegiatan di luar sebuah organisasi

Menurut sifatnya

  1. Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka pasti.
  2. Data kualitatif, yaitu data yang bukan berbentuk angka.

Menurut waktu pengumpulannya

  1. Cross section/insidentil, yaitu data yang dikumpulkan hanya pada suatu waktu tertentu.
  2. Data berkala/ time series, yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan suatu perkembangan atau kecenderungan keadaan/ peristiwa/ kegiatan.

Sumber: baca di sini

Metode Pengumpulan Data

Ada berbagai metode pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam sebuah penelitian. Metode pengumpulan data ini dapat digunakan secara sendiri-sendiri, namun dapat pula digunakan dengan menggabungkan dua metode atau lebih. Beberapa metode pengumpulan data antara lain:

Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Seiring perkembangan teknologi, metode wawancara dapat pula dilakukan melalui media-media tertentu, misalnya telepon, email, atau skype. Wawancara terbagi atas dua kategori, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.

  1. Wawancara terstruktur, Dalam wawancara terstruktur, peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang hendak digali dari narasumber. Pada kondisi ini, peneliti biasanya sudah membuat daftar pertanyaan secara sistematis. Peneliti juga bisa menggunakan berbagai instrumen penelitian seperti alat bantu recorder, kamera untuk foto, serta instrumen-instrumen lain.
  2. Wawancara tidak terstruktur, Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik, namun hanya memuat poin-poin penting dari masalah yang ingin digali dari responden.

Observasi

Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi cocok digunakan untuk penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam. Metode ini juga tepat dilakukan pada responden yang kuantitasnya tidak terlalu besar. Metode pengumpulan data observasi terbagi menjadi dua kategori, yakni:

  1. Participant observation, Dalam participant observation, peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
  2. Non participant observation, Berlawanan dengan participant observation, non participant observation merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.

Angket (kuesioner)

Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien bila peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel yag akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.

Berdasarkan bentuk pertanyaannya, kuesioner dapat dikategorikan dalam dua jenis, yakni kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup.

  1. Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang memberikan kebebasan kepada objek penelitian untuk menjawab. Sementara itu,
  2. kuesioner tertutup adalah kuesioner yang telah menyediakan pilihan jawaban untuk dipilih oleh objek penelitian. Seiring dengan perkembangan, beberapa penelitian saat ini juga menerapkan metode kuesioner yang memiliki bentuk semi terbuka. Dalam bentuk ini, pilihan jawaban telah diberikan oleh peneliti, namun objek penelitian tetap diberi kesempatan untuk menjawab sesuai dengan kemauan mereka.

Studi Dokumen

Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis. Dokumen yang dapat digunakan dalam pengumpulan data dibedakan menjadi dua, yakni:

  1. Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa, misalnya: autobiografi
  2. Dokumen sekunder adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh laporan/ cerita orang lain, misalnya: biografi.

Pengolahan Data Penelitian

Pengolahan data penelitian dilakukan untuk menjadikan data tersebut lebih mudah dipahami. Pengolahan diartikan sebagai mengerjakan, mengusahakan dan berupaya menjadikan supaya suatu barang lebih terlihat berbeda dari yang lainnya dan membuatnya lebih sempurna.

Langkah-langkah pengolahan data

  1. Penyusunan data, Data yang sudah ada perlu dikumpulkan semua agar mudah untuk mengecek apakah semua data yang dibutuhkan sudah terekap semua. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis penelitian. Penyusunan data harus dipilih data yang ada hubungannya dengan penelitian, dan benar-benar otentik. Adapun data yang diambil melalui wawancara harus dipisahkan antara pendapat responden dan pendapat interviwer.
  2. Klasifikasi dataKlasifikasi data merupakan usaha menggolongkan, mengelompokkan, dan memilah data berdasarkan pada klasifikasi tertentu yang telah dibuat dan ditentukan oleh peneliti. Keuntungan klasifikasi data ini adalah untuk memudahkan pengujian hipotesis.
  3. Pengolahan dataPengolahan data dilakukan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Hipotesis yang akan diuji harus berkaitan dan berhubungan dengan permasalahan yang akan diajukan. Semua jenis penelitian tidak harus berhipotesis akan tetapi semua jenis penelitian wajib merumuskan masalahnya, sedangkan penelitian yang menggunakan hipotesis adalah metode eksperimen. Jenis data akan menentukan apakah peneliti akan menggunakan teknik kualitatif atau kuantitatif. Data kualitatif diolah dengan menggunakan teknik statistika baik statistika non parametrik maupun statistika parametrik. Statistika non parametrik tidak menguji parameter populasi akan tetapi yang diuji adalah distribusi yang menggunakan asumsi bahwa data yang akan dianalisis tidak terikat dengan adanya distribusi normal atau tidak harus berdistribusi normal dan data yang banyak digunakan untuk statistika non parametrik adalah data nominal atau data ordinal.
  4. Interpretasi hasil pengolahan dataTahap ini menerangkan setelah peneliti menyelesaikan analisis datanya dengan cermat. Kemudian langkah selanjutnya peneliti menginterpretasikan hasil analisis akhirnya peneliti menarik suatu kesimpulan yang berisikan intisari dari seluruh rangkaian kegiatan penelitian dan membuat rekomendasinya. Menginterpretasikan hasil analisis perlu diperhatikan hal-hal antara lain: interpretasi tidak melenceng dari hasil analisis, interpretasi harus masih dalam batas kerangka penelitian, dan secara etis peneliti rela mengemukakan kesulitan dan hambatan-hambatan sewaktu dalam penelitian.

sumber: baca di sini

Menganalisis data geografis.

Menganalisis data ialah proses mengatur data, mengorganisasikannya ke dalam susunan pola, kategori,dan satuan uraian dasar. Teknik analisis data geografi dibagi menjadi dua, analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif:

Analisis Data Kualitatif

Upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat di kelola, menyintetiskan, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.

Analisis data kualitatif adalah suatu proses yang meliputi:

  1. Reduksi Data, Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Reduksi data bisa dilakukan dengan jalan melakukan abstrakasi. Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti, proses dan pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada dalam data penelitian. Dengan kata lain proses reduksi data ini dilakukan oleh peneliti secara terus menerus saat melakukan penelitian untuk menghasilkan catatan-catatan inti dari data yang diperoleh dari hasil penggalian data.
    Dengan demikian, tujuan dari reduksi data ini adalah untuk menyederhanakan data yang diperoleh selama penggalian data di lapangan. Data yang diperoleh dalam penggalian data sudah barang tentu merupakan data yang sangat rumit dan juga sering dijumpai data yang tidak ada kaitannya dengan tema penelitian tetapi data tersebut bercampur baur dengan data yang ada kaitannya dengan penelitian. Maka dengan kondisi data seperti, maka peneliti perlu menyederhanakan data dan membuang data yang tidak ada kaitannya dengan tema penelitian. Sehingga tujuan penelitian tidak hanya untuk menyederhanakan data tetapi juga untuk memastikan data yang diolah itu merupakan data yang tercakup dalam scope penelitian.
  2. Penyajian data, Menurut Miles dan Hubermen yang dikutip oleh Muhammad Idrus bahwa: Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan. Langkah ini dilakukan dengan menyajikan sekumpulan informasi yang tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan. hal ini dilakukan dengan alasan data-data yang diperoleh selama proses penelitian kualitatif biasanya berbentuk naratif, sehingga memerlukan penyederhanaan tanpa mengurangi isinya.
    Penyajian data dilakukan untuk dapat melihat gambaran keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari gambaran keseluruhan. Pada tahap ini peneliti berupaya mengklasifikasikan dan menyajikan data sesuai dengan pokok permasalahan yang diawali dengan pengkodean pada setiap subpokok permasalahan.
  3. Kesimpulan atau verifikasi, Kesimpulan atau verifikasi adalah tahap akhir dalam proses analisa data. Pada bagian ini peneliti mengutarakan kesimpulan dari data-data yang telah diperoleh. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencari makna data yang dikumpulkan dengan mencari hubungan, persamaan, atauperbedaan. Penarikan kesimpulan bisa dilakukan dengan jalan membandingkan kesesuaianpernyataan dari subyek penelitian dengan makna yang terkandung dengan konsep-konsepdasar dalam penelitian tersebut.

Analisis Data Kuantitatif

Data kuantitatif umumnya berbentuk angka-angka atau bilangan-bilangan analisis data dalam dalam penelitian kuantitatif berdifat deduktif artinya data tersebut diolah untuk mengetahui kebenaran teori yang ada sebelumnya.

Analisis kuantitatif yang biasa digunakan adalah analisis statistik. Biasanya
analisis ini terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu:

Statistik Deskriptif, Analisis statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Analisis ini hanya berupa akumulasi data dasar dalam bentuk deskripsi semata dalam arti tidak mencari atau menerangkan saling hubungan, menguji hipotesis, membuat ramalan, atau melakukan penarikan kesimpulan.

Teknik analisis statistik deskriptif yang dapat digunakan antara lain:

  1. Penyajian data dalam bentuk tabel atau distribusi frekuensi dan tabulasi silang
    (crosstab). Dengan analisis ini akan diketahui kecenderungan hasil temuan
    penelitian, apakah masuk dalam kategori rendah, sedang atau tinggi
  2. Penyajian data dalam bentuk visual seperti histogram, poligon, ogive, diagram
    batang, diagram lingkaran, diagram pastel (pie chart), dan diagram lambang.
  3. Penghitungan ukuran tendensi sentral (mean, median modus).
  4. Penghitungan ukuran letak (kuartil, desil, dan persentil).
  5. Penghitungan ukuran penyebaran (standar deviasi, varians, range, deviasi
    kuartil, mean deviasi, dan sebagainya).

Statistik Inferensial. Kalau dalam statistik deskriptif hanya bersifat memaparkan data, maka dalam statistik inferensial sudah ada upaya untuk mengadakan penarikan kesimpulan dan membuat keputusan berdasarkan analisis yang telah dilakukan. Biasanya analisis ini mengambil sampel tertentu dari sebuah populasi yang jumlahnya banyak, dan dari hasil analisis terhadap sampel tersebut digeneralisasikan terhadap populasi. Oleh karena itulah statistik inferensial ini juga disebut dengan istilah statistik induktif.

Berdasarkan jenis analisisnya, statistik inferensial terbagi ke dalam dua bagian:

  1. Analisis Korelasional. Analisis korelasional adalah analisis statistik yang berusaha untuk mencari hubungan atau pengaruh antara dua buah variabel atau lebih.
  2. Analisis Komparasi. Analisis komparasi adalah teknik analisis statistik yang bertujuan untuk membandingkan antara kondisi dua buah kelompok atau lebih.

sumber: baca lengkap di sini

Membuat laporan penelitian.

Contoh susunan laporan penelitian  geografi dapat dibaca di bawah ini.

Bagian Pembukaan

Bagian pembukaan meliputi sebagai berikut.

  1. Judul penelitian/karya tulis.
  2. Halaman pengesahan (kepala sekolah).
  3. Halaman persetujuan (guru pembimbing)
  4. Halaman persembahan dan moto (apabila perlu).
  5. Kata pengantar.
  6. Abstrak.
  7. Daftar isi.
  8. Daftar gambar.
  9. Daftar tabel.
  10. Daftar lampiran.

Bagian isi

Bagian isi meliputi sebagai berikut.

Bab I Pendahuluan

  1. Latar belakang penelitian/masalah.
  2. Identifikasi masalah.
  3. Maksud dan tujuan penelitian.
  4. Manfaat penelitian.

Bab II Landasan Teori

  1. Telah pustaka.
  2. Landasan teoritik.
  3. Hipotesis.

Bab III Metodologi Penelitian

  1. Identitas variabel.
  2. Populasi dan penentuan sampel penelitian.
  3. Metode pengumpulan data.
  4. Model analisis dan teknik analisis (apabila menggunakan statistik)

Bab IV Analisis Data

  1. Latar belakang objek penelitian.
  2. Analisis data.

Bagian Penutup

Bagian penutup meliputi sebagai berikut.

Bab V Kesimpulan dan Saran-saran

  1. Kesimpulan
  2. Saran-saran

halaman tambahan

  1. Daftar Pustaka
  2. Lampiran

Lanjut ke materi 4: BUMI SEBAGAI RUANG KEHIDUPAN