Materi 10.1 PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI

Materi ini  akan membahas tentang  apa, dan bagaimana ilmu geografi mendekati  obyek kajiannya. ini  adalah  materi dasar  untuk memahami geografi sebagai sebuah ilmu. dengan  memahami geografi orang akan lebih  bijak memandang bumi dan alam semesta sebagai  ruang kehidupan. materi ini untuk membimbing pada memahahami pengetahuan dasar geografi, dan bagaimana penerapan ilmu pengetahuan geografi dalam kehidupa sehari-hari.

Ruang lingkup pengetahuan geografi.

Menurut Bintarto Geografi merupakan sebuah Ilmu mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaanbumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di permukaan bumi, baik secarafisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.

Daljeoni berpandangan bahwa Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mengajarkan manusia mencakup tiga hal pokok, yaitu spasial (ruang), ekologi, dan region (wilayah). Dalam hal spasial, geografi mempelajari persebaran gejala baik yang alami maupun manusiawai di muka Bumi.

Pengertian Ilmu Geografi yang telah dikonvesikan dalam seminar dan lokakakrnya Ikatan Geograf Indonesia (IGI) di Semarang pada tahun 1989, adalah:

“Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena di geosfer (muka bumi) dengan sudut padang kelingkungan (ekologis) dan kewilayahan (regional) dalam konteks keruangan (space).”

Kesimpulalan penulis  bahwa  geografi  merupakan cabang ilmu yang memilki gendre yang unik karena di dalamnya  menyangkut  ilmu alam juga  humaniora. objek-objek studi ilmu  geografi selalu  beririsan dengan  ilmu-ilmu lain baik ilmu alam atau  ilmu sosial dan yang membedakannya adalah pada  pendekatannya. seperti dalam  mempelajari hewan dan tumbuhan geografi mendekatinya dengan kontek persebarannya, hubungannya dalam ekosistem, serta geografi membagi perwilayahannya. Pada sudut pandang ini geografi jelas berbeda  dengan  biologi atau  kedokteran.

Objek studi dan aspek geografi.

Objek studi dan aspek geografi

Objek Studi

Objek studi geografi adalah terkait dengan apa yang dipelajari dalam ilmu pengetahuan geografi. Dua hal pertama objek material, yang kedua  obejek formal.

Objek formal geografi menyangkut pendekatan  geografi, antara lain,  pendekatan keruangan, kelingkungan atau ekologi, dan  kewilayahan atau regional.

Objek material geografi adalah geogsfer. Geosfer menyangkut empat atau lima unsur. Litosfer, Atmosfer, Hidrosfer, dan  Biosfer yang di dalamnya termasuk Antroposfer.

Lithosfer

Lithosfer adalah kulit bumi dan bagian bagiannya. termasuk  di dalamnya lapisan bumi,  tenaga yang  mengubah  bentuk  muka bumi, dan kompleksitas permukaan bumi, serta fenomena  yang  terjadi padanya.

Cabang ilmu  geografi yang mempelajari fenomena ini adalah  antara lain: Geologi,  Geomorpologi, Mineralogi, Seismologi, Vulkanologi, dll.

Atmosfer

Atmosfer merupakan bagian dari bumi yang  menutupi bumi dari permukaan hingga batas  bumi  dengan luar angkasa. di dalamnya  termasuk  fenomena iklim dan cuaca, selubung  ozon, pantulan gelombang  elektormagnetik yang dimanfaatkan untuk  media  komunikasi, serta pengaruh benda-benda angkasa yang dapat masuk ke bumi.

Ilmu yang  mempelajar Atmosfer  antara  lain: Klimatologi,  Geofisika, serta  Meteorologi.

Hidrosfer

Hidrosfer adalah menyangkut  lapisan air  yang ada dipermukaan bumi atau di dalam bumi, obejek ini sangat penting  karena air  mengisi lebih dari 70 persen permukaan bumi. Baik air yang ada di darata, lautan, atau di  bawah permukaan.

Ilmu  yang mempelajari ini antara lain: Hidrologi  dan  Osenaografi.

Biosfer

Biosfer adalah lapisan makhluk hidup, menyangkut hewan dan tumbuhan terkait dengan ciri-ciri pengelompokan dan persebarannya.

Cabang yang mempelajari biosfer adalah biogeografi.

Antorposfer

Anrofosfer adalah manusia yang meninggali bumi. Cabang ilmu geografi mempelajari  lapisan ini adalah ilmu-ilmu geografi sosial, dan  gografi manusia, seperti Geografi Sosial, Geografi Ekonomi, Geografi Politik, Geografi Pariwisata, Serta Geografi Penduduk.

Aspek

Aspek Fisik

Aspek fisik geografi mengkaji segala fenomena yang ada di geosfer yang tentunya dapat mempengaruhi keberlangsungan hidup manusia. antara lain:

Aspek Topologi, membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan letak atau lokasi suatu wilayah, bentuk muka buminya, luas area dan batas-batas wilayah yang mempunyai ciri-ciri khas tertentu.

Aspek Biotik membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur vegetasi (tetumbuhan atau flora, dunia binatang (fauna) dan kajian penduduk.

Aspek Non Biotik, membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur kondisi tanah, hidrologi (tata air) baik perairan darat maupun laut dan kondisi iklim dari suatu wilayah.

Aspek Sosial

Membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur tradisi, adat-istiadat, komunitas, kelompok masyarakat dan lembaga-lembaga sosial.

Aspek Ekonomi, membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan, industri, perdagangan, transportasi dan pasar.

Aspek Budaya, membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur pendidikan, agama, bahasa dan kesenian.

Aspek Politik membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur ke pemerintahan yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat.

Konsep esensial geografi dan contoh terapannya.

10 Konsep dasar geografi yang dirumuskan oleh Ikatan Geografi Indonesia (IGI):

Lokasi

Suatu tempat atau letak daerah di mana adanya keterkaitan suatu objek di muka bumi. Konsep ini terbagi dua yaitu: Absolut dan relatif.

Tempat atau letak lokasi absolut dilihat dari garis lintang dan garis bujur. Lokasi absolut letak atau tempatnya dapat dilihat dari garis lintang dan garis bujur. Keadaan lokasi absolut ini statis karena berpedoman pada garis astronomi bumi, yang menyebabkan perbedaan iklim (garis lintang) dan waktu (garis bujur).

Sedangkan lokasi relatif sangat penting karena lebih banyak kajiannya dalam geografi yang biasa disebut dengan letak geografis. Lokasi ini bisa berubah-ubah sesuai objek yang ada di sekitarnya.

Jarak

Konsep ini berperan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi juga politik. Jarak merupakan hal yang cukup diperhitungkan oleh manusia karena berhubungan dengan keuntungan yang didapat. Konsep ini terbagi dua yaitu: jarak mutlak dan relatif.

Jarak mutlak ialah lokasi yang dinyatakan dengan satuan ukuran meter maupun kilometer.

Sedangkan jarak relatif dinyatakan dalam bentuk lamanya perjalanan atau waktu yang ditempuh.

Morfologi

Yang dimaksud dengan konsep morfologi adalah sebuah konsep yang menjelaskan mengenai bentuk permukaan bumi sebagai hasil dari proses alam dan kaitannya dengan aktivitas atau kegiatan manusia.

Contoh perjalanan dari Serang ke Garut melewati jalan yang berliku-liku dan melewati perbukitan.

Contoh lain yaitu bentuk lahan akan berhubungan dengan erosi, ketersediaan-nya air, pengendapan dan lainnya.

Keterjangkauan

Kemudahan dalam mengakses jarak yang ditempuh, tidak berkaitan dengan jarak yang ditempuh jauh akan tetapi adanya sarana dan prasarana penunjang untuk memudahkan atau mencapai jarak yang ditempuh.

Sebagai contoh daerah Lampung penghasil sawit dan karet dan Jakarta memiliki tempat perindustrian untuk menghasilkan minyak. Kedua daerah tersebut saling berinteraksi melalui sarana transportasi yang dapat dijangkau seperti mobil dan kapal untuk menghubungkan keduanya berinteraksi.

Pola

Merupakan bentuk interaksi manusia dengan lingkungannya atau alam dengan alam di mana konsep pola ini berhubungan dengan persebaran fenomena di muka bumi.

Contohnya dalam pola aliran sungai yang dipengaruhi oleh kondisi geologi dan jenis batu pada daerah aliran sungai tersebut.

Aglomerasi

Yang dimaksud konsep ini ialah adanya pengelompokan penduduk dan segala aktivitasnya di suatu daerah atau wilayah.

Contohnya suatu penduduk biasanya cenderung berkumpul sesuai gendernya, ada daerah perkampungan kumuh, perumahan elite, daerah pengrajin yang terbuat dari bambu rotan, industri tekstil di Cilegon dan lain sebagainya.

Nilai Kegunaan

Konsep ini berkaitan dengan nilai guna, di mana manfaat maupun kelebihan yang dimiliki suatu wilayah menjadi nilai tersendiri bagi wilayah lain yang bisa dikembangkan dan dapat menunjang kesejahteraan suatu wilayah karena potensi yang dimiliki dari suatu wilayah tersebut.

Sebagai contoh, suatu wilayah yang memiliki tempat yang sejuk dan memiliki pemandangan alam yang indah bisa berpotensi untuk dijadikan tempat berwisata atau rekreasi. Begitu juga dengan wilayah yang memiliki banyak lahan kosong bisa dijadikan tempat yang cocok untuk membangun properti atau gedung.

Interaksi dan Interdependensi

Merupakan suatu konsep yang berhubungan dengan realitas bahwa keberadaan suatu daerah atau wilayah akan mempengaruhi daerah lain dan pada dasarnya suatu daerah tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa adanya interaksi dari daerah lain. Sehingga mengakibatkan adanya hubungan komunikasi, perdagangan ataupun migrasi.

Contohnya: pemasok tenaga kerja biasanya dari pedesaan dan sebagai pemasok bahan-bahan produksi kebanyakan di kota. Atau sebaliknya tanaman padi tumbuh subur di area persawahan di desa akan di distribusikan ke kota atau daerah yang membutuhkan.

Diferensiasi Area

Di mana konsep ini saling terkait yang memiliki ciri khas unik dari suatu wilayah. Konsep ini membandingkan dua wilayah karena setiap wilayah memiliki ciri khas yang berbeda-beda dengan bertujuan untuk menunjukkan perbedaan antara wilayah yang satu dengan wilayah lain.

Keterkaitan Ruangan

Yaitu suatu konsep yang menunjukkan tingkat keterkaitan suatu wilayah yang menyebabkan terjadinya interaksi sebab-akibat di antar wilayah.

Contohnya seperti suatu daerah yang memproduksi beras mengalami gagal panen beras akan mengakibatkan wilayah daerah lain mengalami kelaparan ataupun kekurangan bahan pokok atau melambungnya harga beras di pasaran.

Contoh lain seperti terjadinya kebakaran di provinsi Riau mengakibatkan terjadinya polusi udara di Singapura dan wilayah lain yang berdekatan.

Prinsip geografi dan contoh terapannya.

Prinsip Penyebaran

Prinsip penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan gejala dan fakta geografi dalam peta serta mengungkapkan hubungan antara gejala geografi yang satu dengan yang lain. hal tersebut disebabkan penyebaran gejala dan fakta geografi tidak merata antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.

Contoh:

Wilayah rawan banjir di DKI Jakarta 30 persen berada di Jakarta timur, 20 persen di Jakarta barat, 10 persen di Jakarta pusat, 20 persen di Jakarta selatan, dan 20 persen di Jakarta barat.

Prinsip Interelasi

Prinsip interelasi digunakan untuk menganalisis hubungan antara gejala fisik dan non fisik. prinsip tersebut dapat mengungkapkan gejala atau fakta Geografi di suatu wilayah tertentu.

Contoh interelasi fisik dengan sosial:

Banjir di Jakarta sering kali diakibatkan oleh perilaku buruk warganya. Kebiasaan membuang sampah ke sungai, mendirikan bangunan di bantaran kali.

Contoh interelasi sosial dengan sosial:

meningkatnya angka kemiskinan cenderung menumbuhkan perilaku kriminal di masyarakat.

Contoh interelasi fisik dengan fisik:

Tingginya curah hujan menyebabkan erosi dan tanan longsor.

Prinsip Deskripsi

Prinsip deskripsi dalam geografi digunakan untuk memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah geografi yang dianalisis. prinsip ini tidak hanya menampilkan deskripsi dalam bentuk peta, tetapi juga dalam bentuk diagram, grafik maupun tabel.

Prinsip Korologi

Ini disebut juga prinsip keruangan. dengan prinsip ini dapat dianalisis gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau dari penyebaran, interelasi, dan interaksinya dalam ruang.

Pendekatan geografi dan contoh terapannya

Pendekatan Keruangan

Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksistensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997).

Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan ketampakan struktur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen pembentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbolkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) ketampakan titik (point features), (2) ketampakan garis (line features), dan (3) ketampakan bidang (areal features).

Contoh dalam teks:

Minyak bumi  banyak terdapat di daerah Cepu, Blora dan Cilacap di Jawa Tengah, Sungai Gerong dan Plaju di Palembang, Dumai dan Sungai Pakning (Riau), Tanjung Pura, Langkat (Sumatera Utara), Tarakan, Balikpapan dan Kutai (Kalimantan Timur). Berbagai jenis hasil minyak bumi dimanfaatkan untuk bermacam-macam keperluan seperti: avtur untuk bahan bakar pesawat terbang, bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor, kerosin untuk bahan baku lampu minyak, solar untuk bahan bakar kendaraan diesel, LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas, oli ialah bahan untuk pelumas mesin, vaselin ialah salep untuk bahan obat, parafin untuk bahan pembuat lilin, aspal untuk bahan pembuat jalan.

baca lengkap di: Persebaran Barang Tambang di Indonesia dan Proses Geomorfik

Pendekatan kelingkungan

Pendekatan ekologi/lingkungan merupakan pendekatan berdasarkan interaksi yang terjadi pada lingkungan. Pendekatan ekologi dalam geografi berkenaan dengan hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya. Interaksi tersebut membentuk sistem keruangan yang dikenal dengan Ekosistem. Salah satu teori dalam pendekatan atau analisis ekologi adalah teori tentang lingkungan.

Geografi berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya. Adapun ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dan lingkungan yang membentuk sistem ekologi atau ekosistem.

Contoh dalam teks:

Degradasi lingkungan hidup yang terjadi di Jakarta ditunjang pula oleh faktor kurangnya “political will” dan kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan kepentingan pelestarian lingkungan serta lemahnya penegakan hukum (peraturan) di bidang yang berhubungan dengan lingkungan hidup.

baca lengkap di: Tingkat Degradasi Lingkungan Hidup  di  Jakarta

Pendekatan Kewilayahan

Dalam pendekatan kewilayahan, yang dikaji tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam keruangan, interaksi antara variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya.
pendekatan ini merupakan pendekatan keruangan dan lingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.

Pendekatan kompleks kewilayahan ini mengkaji bahwa fenomena geografi yang terjadi di setiap wilayah berbeda-beda, sehingga perbedaan ini membentuk karakteristik wilayah. Perbedaan inilah yang mengakibatkan adanya interaksi suatu wilayah dengan wilayah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. semakin tinggi perbedaannya maka interaksi dengan wilayah lainnya semakin tinggi.***

Selanjutnya: Materi 10.2 Memahami dasar-dasar pemetaan, Pengindraan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis (SIG)

“Tidak ada belajar tanpa membaca.”